Kumpulan Berita
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama entitas anak mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun di Kuartal I-2026. Hal ini meningkat 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat perannya pada distribusi Surat Utang Negara (SUN). Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan pendalaman pasar keuangan domestik.
Direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak borong saham BCA hingga kuartal I-2026.
Analis pasar modal memproyeksikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan kembali menguat setelah mengalami penurunan cukup signifikan sejak awal tahun 2026.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp336,00 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (12/3/2026). Jumlah tersebut setara dengan 72 persen dari total laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,5 triliun.
BCA mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (shares buyback) Rp5 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun sepanjang tahun 2025 atau tumbuh sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang solid serta efisiensi operasional yang semakin membaik.
Arus modal asing kembali masuk lebih besar ke pasar saham domestik pada periode perdagangan 1-5 Desember 2025.