Kumpulan Berita
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat sinergi dengan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam soal memantapkan sinergi strategis dalam mendongkrak kinerja ekspor nasional.
Implementasi pelaporan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sejak 1 Juni 2026 menjadi langkah awal pembentukan fondasi tata kelola perdagangan.
Penataan menjadi penting karena ekspor sumber daya alam (SDA) masih menghadapi persoalan under invoicing maupun transfer pricing.
Dalam waktu tiga bulan akan dilakukan evaluasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta berbagai lembaga dan kementerian lainnya
DSI sedang membangun platform semacam command center yang mengintegrasikan data terkait ekspor.
PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) memastikan penghitungan tarif atau fee ekspor akan dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan kemampuan badan usaha. Kebijakan tersebut diharapkan tidak menambah beban biaya bagi produsen maupun eksportir Indonesia.
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mulai menyiapkan penguatan sistem pemantauan dan verifikasi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Tahapan tersebut mencakup pelacakan kapal, validasi negara tujuan, hingga rekonsiliasi devisa hasil ekspor.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah memantau sekitar 6.500 transaksi ekspor dalam kurun waktu 2 bulan.