Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa sore (21/4/2026). Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas langkah Indonesia memulai ekspor pupuk urea ke Australia sebesar 250 ribu ton pada tahap awal.
Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat dan menyeluruh. Tidak hanya ditandai dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor, berbagai indikator strategis lainnya juga mengonfirmasi bahwa transformasi pertanian nasional berjalan efektif dan berdampak nyata.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 surplus USD1,27 miliar, dengan rincian ekspor USD22,17 miliar dan impor USD20,89 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada bulan Februari tercatat mencapai USD22,17 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja nilai ekspor Indonesia USD22,17 miliar pada Februari 2026. Angka ekspor ini naik tipis 1,01 persen.
Pemerintah membuka peluang ekspor beras setelah berhasil mencapai swasembada pada 2025. Kenaikan produksi sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi dasar kebijakan tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pemerintah akan mengalihkan ekspor ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, terlebih perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari 2026 mencapai USD22,16 miliar.