Kumpulan Berita
Gempa bumi susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga Senin (21/9/2026) pagi, BMKG mencatat sebanyak 17.073 aktivitas gempa bumi susulan.
Kondisi ini tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.
Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi magnitudo 4,0 mengguncang Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9/2026) pukul 12.46.44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena berpusat di darat.
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sarmi, Papua, pada Sabtu (19/9/2026) pukul 11.18.39 WIB. Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo M4,9 dengan kedalaman 27 kilometer.
Gempa bumi magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah 118 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara, Kamis (17/9/2026).
Gempa terbaru mengguncang pada Kams, 17 September pagi dengan kekuatan M 2,7.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, pentingnya penguatan mitigasi bencana berbasis sains, teknologi, dan data dalam menghadapi tingginya risiko kebencanaan di Indonesia. Pembelajaran dari Gempa Flores berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana.