Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin 13 Juli pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7/2026), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana kekeringan mulai meluas di sejumlah daerah seiring memasuki musim kemarau. Dalam laporan terbaru periode Kamis (3/7/2026) hingga Jumat (4/7/2026), wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi daerah yang terdampak paling signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 48,9% wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat kondisi tersebut, sebanyak 1.129 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, seiring semakin banyak daerah yang memasuki musim kemarau. Ribuan warga terdampak dan sejumlah pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat serta menyalurkan bantuan air bersih.
Ancaman karhutla dan kekeringan biasanya meningkat pada periode bulan Juni, Juli, dan Agustus.
BNPB mengimbau warga untuk menghemat dan memprioritaskan air.