Kumpulan Berita
Selama ini kolesterol tinggi sering dianggap hanya dialami orang dewasa. Padahal, anak-anak dan remaja juga berisiko mengalami kondisi serupa, terutama jika dipengaruhi faktor keturunan maupun gaya hidup.
Konsumsi makanan tinggi lemak seperti santan, gorengan, hingga daging saat Lebaran bisa memicu peningkatan kolesterol. Sayangnya, kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan.
Setelah menikmati berbagai hidangan khas Lebaran yang kaya santan, gula, dan lemak, kadar kolesterol dalam tubuh berpotensi meningkat. Jika tidak segera dikontrol, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Setelah merayakan Idul Fitri, banyak orang mulai merasakan dampak dari pola makan yang berubah drastis. Sajian khas seperti opor ayam, rendang, hingga aneka kue manis memang sulit ditolak, namun konsumsi berlebihan bisa memicu peningkatan kadar kolesterol.
Kolesterol tinggi jadi salah satu momok menakutkan khususnya pasca perayaan Idul Fitri. Imbas makanan yang penuh santan, kolesterol tinggi bisa menjadi ancaman untuk kesehatan.
Perayaan Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat yang menggugah selera. Mulai dari makanan berat hingga aneka kue kering, semuanya hadir untuk melengkapi momen kebersamaan saat Hari Raya Idulfitri.
Mudy Taylor sempat mengeluhkan kolesterolnya yang tinggi sebelum meninggal dunia. Lalu, apa itu penyakit kolesterol?
Waspada! Kolesterol tinggi menjadi momok menakutkan. Beberapa makanan olahan seperti keju, es krim, dan gorengan mengandung kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Batasi konsumsinya untuk menjaga kesehatan.