Kumpulan Berita
Sejumlah mata uang di Asia mengalami tekanan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari inflasi
Niai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal ini akibat kepungan sentimen global dan tekanan biaya pengadaan energi domestik.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam sepekan 6-10 Juli 2026 berakhir melemah 0,39 persen dan menyentuh level Rp18.000-an. Hal ini dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Strategi de-dolarisasi dinilai efektif dalam meredam dampak rambatan ketidakpastian ekonomi global serta menekan ketergantungan berlebih terhadap mata uang Dolar
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja ekspor produk kreatif Indonesia.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) beserta Anggota Dewan Komisioner untuk berdiskusi terkait pelemahan rupiah terhadap dolar.
Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini Senin (11/5/2026), turun 32 poin atau sekitar 18 persen ke level Rp17.414 per dolar AS.