Kumpulan Berita
Depresiasi mata uang Garuda masih wajar secara persentase dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Mata uang rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah turun 36 poin atau sekitar 0,21 persen ke level Rp16.855 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (12/1/2026).
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan pada Senin (29/12/2025) dengan tren negatif. Mata uang Garuda terpantau kehilangan kekuatannya di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan rilis data ekonomi Negeri Paman Sam yang menunjukkan hasil di atas ekspektasi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (23/12/2025), turun 10 poin atau sekitar 0,06 persen ke level Rp16.787 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (22/12/2025), turun 27 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp16.777 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (18/12/2025), turun 29 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp16.723 per dolar AS.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis nilai tukar rupiah segera pulih.