Kumpulan Berita
Rupiah berada di posisi Rp17.496 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (13/5/2026), atau melemah 4,6 persen secara year-to-date (ytd).
Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp17.500 per dolar AS pada Mei 2026 merupakan sinyal adanya tekanan eksternal dan domestik yang terjadi secara bersamaan.
Pelemahan terjadi di tengah masa libur panjang domestik, dipicu eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta prospek kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah, yang belakangan terperosok di atas Rp17.000. Upaya yang dimaksud adalah menjaga stabilisasi nilai tukar di pasar surat utang negara.
Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan otoritas penuh atas pengendalian nilai tukar Rupiah berada di tangan Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 98,49 poin atau 1,43 persen ke level 6.807,13 pada perdagangan sesi I.
Kombinasi sentimen negatif, baik dari kancah geopolitik global maupun kondisi fundamental ekonomi domestik yang tengah menghadapi tantangan.