Kumpulan Berita
Peluang pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) semakin menipis akibat ketidakpastian global
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 16-17 Maret 2026.
Langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen pada Februari 2026 dinilai sebagai strategi "rem dan gas" yang terukur. Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman melihat bahwa BI saat ini tengah memprioritaskan stabilitas nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek, namun tetap menjaga nafas pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial.
Keputusan menahan suku bunga di level 4,75 persen dinilai tepat di tengah lonjakan inflasi, derasnya arus modal asing keluar (capital outflow)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,36 persen ke level 9.010 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).
Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Januari 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tekanan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp17.000 per dolar AS.
Penundaan dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.