Kumpulan Berita
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), menyatakan prihatin dan menyayangkan terjadinya teror berupa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia pun meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
Polisi menyatakan telah meningkatkan status kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ke tahap penyidikan.
Aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menuai kecaman. Serangan tersebut bukan sekadar tindak kekerasan, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia juga menyampaikan keprihatinan pemerintah atas insiden yang dialami Andrie Yunus.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan masih mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebutkan aktivis KontraS Andrie Yunus masih harus diisolasi di ruang perawatan medis RSCM, Jakarta Pusat, lantaran masih dalam proses pemulihan (recovery).
Polisi sudah memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam keras tindakan kekerasan terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK).