Kumpulan Berita
Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit APBN hingga akhir tahun 2025 akan mencapai Rp662 triliun.
Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Juni atau semester I 2025 mencapai 0,84 persen.
Sri Mulyani memberikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait asumsi dasar ekonomi makro tahun 2026.
Pemerintah membuka anggaran yang dicadangkan atau blokir anggaran 99 kementerian seiring berakhirnya pelaksanaan efisiensi anggaran
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp694,2 triliun
APBN) hingga akhir Mei 2025 mengalami defisit sebesar Rp21 triliun
11 program prioritas Presiden Prabowo Subianto menyerap dana sebesar Rp446,24 triliun.
Sri Mulyani mengungkapkan alasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berbalik arah menjadi surplus Rp4,3 triliun.