Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto memaparkan kinerja ekonomi Indonesia yang positif dalam pidato Nota Keuangan, meliputi pertumbuhan ekonomi solid, inflasi terjaga, penurunan kemiskinan & pengangguran, serta pasar saham menggembirakan. Semua ini berkat kerja keras seluruh komponen bangsa.
Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,48% PDB, lebih rendah dari proyeksi 2025. Fokus pada pembiayaan inovatif, sinergi BLU, dan pengelolaan utang yang hati-hati untuk mencapai target tersebut.
Menko Zulhas tegaskan Kopdes Merah Putih tak pakai APBN langsung, tapi platform pinjaman Himbara. Tujuannya koperasi mandiri, pangkas tengkulak, & tingkatkan ekonomi desa lewat sistem digital & integrasi.
Presiden Prabowo Subianto yakin APBN akan surplus di 2028 jika BUMN berkontribusi Rp809,6 triliun per tahun. Optimasi BUMN dan inovasi pembiayaan jadi kunci mewujudkan target tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan APBN tanpa defisit dalam 2 tahun ke depan. Ia berjanji untuk terus melakukan efisiensi anggaran dan berharap dapat mencapai APBN seimbang pada tahun 2027 atau 2028.
Presiden Prabowo menargetkan defisit APBN 2026 sebesar Rp638 triliun dan berjanji melakukan efisiensi anggaran untuk menekannya. Beliau berharap APBN tanpa defisit dapat tercapai pada 2027 atau 2028.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan kepentingan rakyat dalam efisiensi anggaran. Ia menekankan pentingnya efisiensi APBN sesuai UU Keuangan Negara, dengan prioritas belanja yang efektif.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan RAPBN 2026 harus jadi penopang daya beli masyarakat di tengah perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian geopolitik. Prioritas belanja tepat dan efisiensi anggaran dibutuhkan.