Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) terus memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah sebagai prasyarat utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tingginya ketidakpastian global.
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan terus meningkat pada Juni 2026. Penyaluran kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sebesar 11,51 persen (yoy).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan alasan dibalik kebijakan menahan suku bunga acuan ditengah tren pelemahan rupiah yang belakangan yang sempat menyentuh level all time high Rp18 ribu pada pekan lalu.
Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru meningkat pada kuartal II 2026.
Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha mengalami peningkatan pada triwulan II 2026. Berdasarkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 12,97%, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 10,11%.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan kualitas portofolio kredit perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali. Hal ini menyusul langkah agresif Bank Indonesia (BI) yang baru saja mengerek suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin ke level 5,75 persen.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar USD144,9 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi pada akhir April 2026 sebesar USD146,2 miliar.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyarankan agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis points (bps) hingga menjadi 5 persen.