Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 16-17 Maret 2026.
Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga
Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah menyusul meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).
Langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen pada Februari 2026 dinilai sebagai strategi "rem dan gas" yang terukur. Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman melihat bahwa BI saat ini tengah memprioritaskan stabilitas nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek, namun tetap menjaga nafas pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial.
Bank Indonesia (BI) menyatakan adanya perkembangan positif terkait integrasi teknologi pembayaran pada perangkat iPhone. Apple Inc. raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat, dilaporkan tengah mempelajari dan membuka peluang untuk membuka akses sistem Near Field Communication (NFC) miliknya agar dapat digunakan untuk layanan QRIS Tap.
Bank Indonesia (BI) membenarkan posisi nilai tukar rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Meskipun rupiah sempat menyentuh level Rp16.880 per dolar AS pada 18 Februari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini bahwa secara fundamental rupiah memiliki kekuatan untuk kembali menguat.
Ini cadwal dan Cara tukar uang baru Lebaran 2026 via PINTAR BI. Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan penukaran uang baru 2026 melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi).
Bank Indonesia (BI) merilis posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar USD154,6 miliar atau lebih rendah dibandingkan posisi pada akhir Desember 2025 sebesar USD156,5 miliar.