Kumpulan Berita
Nilai tukar Rupiah tertekan sepanjang pekan ini dan diprediksi akan terus melemah hingga Rp16.800 per dolar AS. Sentimen eksternal dan domestik menjadi pemicu utama pelemahan Rupiah. Analis memperkirakan Rupiah akan fluktuatif.
Bank Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi membiarkan anggaran belanja negara mengendap di Bank Indonesia (BI) maupun rekening pemerintah.
Daftar uang Rupiah yang tidak berlaku lagi, masyarakat diimbau untuk menukar uang Rupiah tersebut sebelum terlambat.
Survei Ipsos menunjukkan Gen Z & Milenial lebih memilih bank digital karena kemudahan, keamanan (QRIS, transfer gratis, top-up e-wallet), dan relevansi dengan kebutuhan finansial mereka. Pertumbuhan transaksi digital terus meningkat dan diprediksi akan terus berlanjut.
Penurunan BI-Rate 25 bps dan penempatan Rp200 triliun di bank BUMN oleh pemerintah diharapkan menjadi stimulus ganda untuk mendorong kredit sektor riil dan mempercepat pemulihan ekonomi. Sinergi fiskal dan moneter membutuhkan komitmen perbankan dan pengawasan ketat.
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan Agustus 2025 sebesar 7,56% (yoy), naik tipis dari Juli. Gubernur BI mendorong pertumbuhan kredit untuk mendukung ekonomi, meski ada sikap 'wait and see' dan suku bunga tinggi. Undisbursed loan capai Rp2.372,11 triliun.
Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 4,75?lam RDG September 2025. Langkah ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas rupiah, melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun.