Kumpulan Berita
BI menegaskan bahwa data yang dipublikasikan merupakan hasil kompilasi dan verifikasi ketat
Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.771,3 triliun pada September 2025.
Bank Indonesia (BI) menilai penurunan suku bunga di perbankan masih berjalan lambat, meskipun bank sentral telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter secara agresif dan Pemerintah telah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank. BI meminta perbankan untuk mempercepat transmisi pelonggaran suku bunga.
Bank Indonesia (BI) diprediksi memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,50 persen.
Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD431,9 miliar atau setara Rp7.126,3 triliun
Rupiah melemah tipis terhadap Dolar AS di akhir pekan, sejalan dengan tren mata uang Asia lainnya. BI melaporkan net outflow SRBI namun total modal asing masih inflow. Penurunan cadangan devisa juga memengaruhi pergerakan Rupiah. BI terus memperkuat koordinasi.
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 4 program strategis di ISEF 2025 untuk memperkuat ekonomi syariah Indonesia dan daya saing global. Program meliputi Masterplan Ekonomi Syariah, sinergi pemerintah, operasi moneter syariah, dan database Ziswaf terintegrasi.
Gubernur BI Perry Warjiyo bersyukur Indonesia naik ke peringkat 3 ekonomi syariah global dalam State of the Global Islamic Economy (GIE) Report 2024??"2025. Pencapaian ini hasil kerja bersama dan menjadi strategi utama pembangunan nasional.