Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) menayatakan posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Bank Indonesia (BI) menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar Rupiah akan segera keluar dari tekanan dan kembali bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), terutama saat memasuki periode Juli dan Agustus 2026.
Bank Indonesia (BI) mengaku optimistis nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akan kembali stabil memasuki bulan Juli 2026 mendatang. Hal ini seperti diungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.675,3 triliun (kurs Rp17.668 per USD) pada kuartal I-2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah, yang belakangan terperosok di atas Rp17.000. Upaya yang dimaksud adalah menjaga stabilisasi nilai tukar di pasar surat utang negara.
BI meyakini pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara karena fondasi makroekonomi nasional dinilai masih solid dibandingkan banyak negara
Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan masalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp17.500 kepada Bank Indonesia (BI).