Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan bank sentral telah berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun 2025, dan tren positif ini diprediksi akan semakin kuat sepanjang tahun ini.
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami peningkatan pada Januari 2026.
Bank Indonesia (BI) meningkatkan jumlah kuota dan memperpanjang jadwal pemesanan penukaran uang baru Rupiah pada tahap kedua 2026.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) resmi menyepakati penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk tahun anggaran 2026.
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen.
Langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen pada Februari 2026 dinilai sebagai strategi "rem dan gas" yang terukur. Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman melihat bahwa BI saat ini tengah memprioritaskan stabilitas nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek, namun tetap menjaga nafas pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial.
Bank Indonesia (BI) menyatakan adanya perkembangan positif terkait integrasi teknologi pembayaran pada perangkat iPhone. Apple Inc. raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat, dilaporkan tengah mempelajari dan membuka peluang untuk membuka akses sistem Near Field Communication (NFC) miliknya agar dapat digunakan untuk layanan QRIS Tap.
Bank Indonesia (BI) membenarkan posisi nilai tukar rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Meskipun rupiah sempat menyentuh level Rp16.880 per dolar AS pada 18 Februari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini bahwa secara fundamental rupiah memiliki kekuatan untuk kembali menguat.