Kumpulan Berita
Pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Penegasan ini menyusul lonjakan harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik meski saat ini harga minyak dunia sudah tembus USD100 per barel. Harga minyak melebihi asumsi makro di APBN yang dipatok USD70 per barel.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu kuatir atau panik karena Pertamina siap menjaga pasokan.
Kebijakan tersebut menyusul kenaikan harga energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah
Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia masih cukup untuk 20 hari ke depan. Cadangan BBM ini dibahas di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Jumlah ini di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.
Presiden Prabowo Subianto meminta agar cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dapat ditingkatkan dari 21 hari menjadi tiga bulan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meski harga minyak dunia meroket imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.