Kumpulan Berita
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu kuatir atau panik karena Pertamina siap menjaga pasokan.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Kebijakan tersebut menyusul kenaikan harga energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Jumlah ini di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.
Pemerintah menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam waktu dekat, meski situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan tekanan pada harga minyak mentah dunia.
Presiden Prabowo Subianto meminta agar cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dapat ditingkatkan dari 21 hari menjadi tiga bulan.
Bahlil memproyeksikan dampak eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran akan membuat harga BBM non subsidi di dalam negeri berfluktuasi. Sementara, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap.
Salah satu sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT Pertamina (Persero) dan Komisi VI DPR