Kumpulan Berita
Ketegangan geopolitik akibat konflik Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Sejumlah pihak menilai dampaknya tidak hanya terbatas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga berpotensi mengganggu sektor industri secara lebih luas.
Wakil Ketua Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, mengapresiasi keputusan pemerintah yang memastikan tidak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026. Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin, menilai narasi menakutkan soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu kepanikan masyarakat, termasuk aksi panic buying di sejumlah SPBU.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Pemerintah belum melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik untuk jenis subsidi maupun non subsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika harga energi global yang masih bergerak fluktuatif. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan konsumsi energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman meski dunia masih menghadapi ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi global.
Sarmuji berharap konflik geopolitik yang terjadi dapat segera berakhir sehingga tekanan terhadap harga minyak dunia mereda
Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi pada 1 April 2026.