Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah terhadap harga energi dunia. Rencana tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).
Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas
Pemerintah akan menghitung ulang harga BBM subsidi seperti Pertalite setelah periode Lebaran yang berlangsung hingga akhir Maret 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Ia memastikan cadangan BBM saat ini cukup untuk sekitar 23 hari sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah menembus kisaran USD90 per barel, jauh di atas asumsi makro APBN 2026
Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta anggota DEN lainnya pada Rabu 11 Maret 2026.
Luhut Binsar Pandjaitan memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan tidak ada krisis.
Pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Penegasan ini menyusul lonjakan harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.