Kumpulan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui terjadi peralihan pola konsumsi yang signifikan dari BBM non subsidi ke BBM subsidi, pasca kenaikan yang diumumkan pada awal Juni.
Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax diprediksi turun pada 1 Juli 2026. Harga Pertamax turun merespons turunnya harga minyak dunia.
Presiden Prabowo Subianto memperkirakan Indonesia tidak lagi melakukan impor BBM dalam 3 hingga 4 tahun mendatang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri, seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, akan segera melandai. Penurunan ini diyakini bakal terealisasi dalam waktu dekat seiring dengan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kejatuhan harga minyak mentah di pasar internasional.
Harga BBM Pertamina hingga BP yang berlaku hari ini. Pertamina telah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green sejak Rabu, 10 Juni 2026.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan penetapan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax series pada 10 Juni 2026 sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Harga asli Pertalite mencapai Rp18.040 per liter, lebih mahal jika dibandingkan harga BBM nonsubsidi Pertamax. Informasi ini viral dan beredar di media sosial.
Pertamina buka-bukaan soal kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Meski naik, ternyata Pertamax masih di bawah harga keekonomian.