Kumpulan Berita
Prabowo Subianto mengungkapkan, kebutuhan BBM di Indonesia nanti tidak akan lagi bergantung dengan impor melainkan dari sawit hingga tebu.
Penegasan ini menyusul lonjakan harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik meski saat ini harga minyak dunia sudah tembus USD100 per barel. Harga minyak melebihi asumsi makro di APBN yang dipatok USD70 per barel.
Pemerintah saat ini mencari cara agar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak terjadi di tengah tingginya harga minyak dunia yang dapat memperlebar defisit APBN 2026. Opsi kenaikan harga BBM subsidi bisa terjadi bila harga minyak naik menjadi USD 92 per barel.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu kuatir atau panik karena Pertamina siap menjaga pasokan.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Opsi kenaikan harga BBM subsidi bisa terjadi bila harga minyak naik menjadi USD 92 per barel.
Pemerintah meminta masyarakat tidak panik atau khawatir karena cadangan pangan dan bahan bakar dipastikan mencukupi