Kumpulan Berita

BEI


Market Update
28 March 2026

Daftar 10 Saham Paling Menguat dan Melemah di Pekan Ini 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,14 persen ke level 7.097.

Market Update
27 March 2026

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke Level 7.097

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 67,03 poin atau 0,94 persen ke level 7.097 pada Jumat (27/3/2026).

Market Update
26 March 2026

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke Level 7.164

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 138,03 poin atau 1,89 persen ke level 7.164 pada Kamis (26/3/2026).

Market Update
17 March 2026

IHSG Hari Ini Ditutup Naik ke Level 7.106

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 84,55 poin atau 1,20 persen ke level 7.106 pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026).

Market Update
16 March 2026

Harta Kekayaan Benny Tjokro, Pengusaha yang Resmi Dilarang Masuk Pasar Modal Seumur Hidup 

Benny Tjokrosaputro dilarang masuk pasar modal seumur hidup. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi kepada Benny Tjokrosaputro dilarang masuk pasar modal seumur hidup terkait emiten PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA).

Market Update
16 March 2026

IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 7.097

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (16/3/2026). Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.097,18 atau turun 40,03 poin (-0,56%) dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.137.

Market Update
13 March 2026

OJK Tegaskan Demutualisasi BEI untuk Modernisasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa rencana peralihan status kelembagaan atau demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) murni bertujuan untuk mendorong modernisasi pasar modal. Kebijakan ini sama sekali bukan didorong oleh isu negatif atau anggapan adanya urgensi untuk membenahi tata kelola internal bursa.

Market Update
13 March 2026

OJK Bakal Evaluasi Papan Pemantauan Khusus di BEI 

Aturan mengenai Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal segera ditinjau ulang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Wacana peninjauan ulang ini, menyusul adanya atensi Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, yang mempertanyakan efektivitas papan pemantauan khusus di BEI tersebut.