Kumpulan Berita
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi mengakhiri perjalanannya di tahun 2025 tanpa berhasil menyentuh angka psikologis 9.000. Kendati demikian, pada hari terakhir perdagangan tahun ini, Selasa (30/12/2025), indeks ditutup dengan performa yang tetap stabil di zona hijau.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui bahwa jumlah perusahaan yang melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2025 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Meski demikian, otoritas bursa mencatat adanya pertumbuhan signifikan dari sisi nilai pendanaan yang berhasil dihimpun oleh para emiten.
Pasar modal Indonesia menorehkan tinta emas sepanjang tahun 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah atau All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali. Rekor penutupan tertinggi terakhir dicapai pada awal Desember lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan sebelumnya pada hari ini, Selasa (30/12/2025).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,09 persen ke level 8.545 pada hari ini, Senin (29/12/2025).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 61,06 poin atau 0,71 persen ke level 8.584 pada sesi terakhir perdagangan Selasa (23/12/2025).
Jumlah investor pasar modal naik menjadi 20 juta, tepatnya mencapai 20.042.365 single investor identification (SID).
9 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).