Kumpulan Berita
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, hal tersebut berdampak kepada 11 kepala keluarga dengan 35 jiwa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode dua hari terakhir, Rabu hingga Kamis, 27-28 Mei 2026. Sejumlah peristiwa bencana dari dampak cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas curah hujan rendah, hingga tinggi dan dapat disertai petir serta angin kencang akibat fenomena peralihan musim kemarau terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, melaporkan proses pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sebagian besar telah kembali berjalan normal.
Menurutnya, terdapat 979 segmen batas daerah, dimana 806 segmen batas daerah sudah ditetapkan dalam bentuk Permendagri.
Pemulihan ekonomi penyintas dan mitigasi risiko bencana lanjutan menjadi prioritas pada fase transisi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi, dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Kamis (14/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (15/5/2026) pukul 07.00 WIB. Dua kejadian terbaru yang dilaporkan yakni angin kencang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 814 kejadian bencana melanda sejumlah wilayah di Indonesia periode 1 Januari-24 April 2026. Dalam laporannya, bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir dan cuaca ekstrem, masih mendominasi.
Beberapa desa di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilanda longsor pada Minggu (19/4/2026).