Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menangani bencana yang terjadi di Tanah Air. Usai menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Pakistan dan Federasi Rusia, Presiden Prabowo langsung bergerak menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi untuk mempermudah proses klaim untuk masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ada 200 personel Polri dikerahkan ke 3 lokasi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan perbaikan infrastruktur pasca banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak boleh asal cepat.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan mencapai Rp50 triliun.
Upaya penanganan terus berlangsung dan sebagian besar titik telah ditangani, termasuk 163 titik longsor, 10 titik jalan putus, 18 titik jalan ambles.
Polri merilis data terbaru terkait penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampak bencana sangat besar, dengan jutaan warga terdampak serta ratusan korban jiwa.
Mendagri mengungkapkan, Mirwan MS umrah saat bencana karena menunaikan nazar.