Kumpulan Berita
Indonesia kembali membuka keran ekspor beras Malaysia dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.
Perum Bulog memastikan ancaman El Nino maupun ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pasokan beras.
Langkah tersebut menjadi salah satu opsi di tengah temuan dugaan praktik curang dalam tata niaga beras fortifikasi.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengusut peredaran beras fortifikasi yang diduga bermasalah. Hingga pekan pertama Agustus 2026, Bapanas telah mengumpulkan lebih dari 100 sampel beras fortifikasi yang berasal dari delapan produsen terdaftar dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).
Bulog kembali menyerap gabah petani dalam negeri yang jika dikonversikan setara beras mencapai 3,67 juta ton, termasuk beras komersial.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus sama dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh Indonesia.
Produksi beras Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 38,6 juta ton pada musim 2026/2027.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan akan menyikat habis mafia beras fortifikasi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Langkah tersebut menyusul temuan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi.