Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah menyusul meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami peningkatan pada Januari 2026.
Bank Indonesia (BI) meningkatkan jumlah kuota dan memperpanjang jadwal pemesanan penukaran uang baru Rupiah pada tahap kedua 2026.
Bank Indonesia (BI) menyatakan adanya perkembangan positif terkait integrasi teknologi pembayaran pada perangkat iPhone. Apple Inc. raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat, dilaporkan tengah mempelajari dan membuka peluang untuk membuka akses sistem Near Field Communication (NFC) miliknya agar dapat digunakan untuk layanan QRIS Tap.
Bank Indonesia (BI) membenarkan posisi nilai tukar rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Meskipun rupiah sempat menyentuh level Rp16.880 per dolar AS pada 18 Februari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini bahwa secara fundamental rupiah memiliki kekuatan untuk kembali menguat.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit pada Januari 2026 menunjukkan tren penguatan dibandingkan akhir tahun sebelumnya, yang menjadi modal penting bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Indonesia (BI) bersama jajaran menteri ekonomi tengah memperkuat strategi komunikasi terpadu guna meyakinkan investor global dan lembaga pemeringkat kredit (credit rating agency). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal tahun 2026 tetap terjaga dan memiliki daya tarik investasi yang solid.
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen.