Kumpulan Berita

BI.


Market Update
15 September 2025

Utang Luar Negeri RI Turun ke USD432,5 Miliar pada Juli 2025

Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menjadi USD 432,5 miliar pada Juli 2025. Perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan penguatan dolar AS menjadi faktor utama. Pemerintah berkomitmen mengelola ULN secara hati-hati untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Hot Issue
14 September 2025

Heboh Desain Uang Rupiah Baru 2025, Ini Faktanya

Masyarakat kembali dihebohkan dengan narasi uang Rupiah baru 2025. Bahkan, banyak beredar gambar desain uang Rupiah dengan desain baru.

Hot Issue
11 September 2025

6 Bank Dapat Dana Rp200 Triliun Besok, Purbaya: Itu Bisa Membalikkan Arah Ekonomi

Pemerintah kucurkan Rp200 triliun ke 6 bank, termasuk Himbara, untuk mengatasi kekeringan likuiditas dan memacu pertumbuhan ekonomi. Langkah ini diharapkan meningkatkan penyaluran kredit dan investasi.

Hot Issue
11 September 2025

Bye Dolar AS, RI-China Perkuat Penggunaan Mata Uang Lokal dan QRIS

Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBoC) terus memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT)

Hot Issue
11 September 2025

Prabowo Setuju Rencana Menkeu Purbaya Tarik Rp200 Triliun di BI

Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencananya menarik dana mengendap di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp200 triliun.

Hot Issue
8 September 2025

Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD150,7 Miliar per Agustus 2025

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 tercatat sebesar USD150,7 miliar, turun dibandingkan posisi pada akhir Juli 2025 sebesar USD152,0 miliar.

Hot Issue
6 September 2025

Skema Burden Sharing BI-Kemenkeu Biayai Program Prabowo Dinilai Berisiko, Ini Alasannya

Keputusan BI dan Kemenkeu menerapkan skema burden sharing guna membiayai program Prabowo Subianto dinilai berisiko.

Hot Issue
2 September 2025

BI Targetkan Pertumbuhan Kredit hingga 12 Persen di 2026

Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit 8-11% tahun ini dan 9-12% di 2026. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan langkah-langkah terus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit, terutama pada sektor berorientasi ekspor, transportasi, jasa, dan pertanian.