Kumpulan Berita
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah 60 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026) siang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.40.29 WIB.
Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan integrasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi untuk memperkuat pemantauan potensi bencana di Indonesia. Langkah tersebut menjadi perhatian pemerintah mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik atau Ring of Fire.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (8/9/2026) didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Namun, beberapa wilayah diperkirakan hujan ringan.
Cuaca di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) diprakirakan didominasi kondisi cerah dan cerah berawan pada Senin (7/9/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan berbagi instrumen.
BMKG telah meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Wilayah terdampak Abu Vulkanik mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat,