Kumpulan Berita
Tim SAR gabungan kembali menemukan 11 jenazah yang tertimbun reruntuhan gedung musala pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny.
Sebanyak 57 sampel DNA antemortem milik keluarga korban yang anaknya masih hilang dalam peristiwa ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, telah dikirim ke RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Jakarta, Sabtu (4/10/2025).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan jumlah korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, masih akan bertambah.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengalami kesulitan dalam proses identifikasi jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Jumat 3 Oktober 2025 pukul 23.05 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 58 orang masih dalam pencarian pasca-ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyebutkan, memasuki hari keempat operasi SAR korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (2/10/2025),