Kumpulan Berita
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan tercatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia pada periode pelaporan Kamis (23/7) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (24/7) pukul 07.00 WIB.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Flores Timur menyambangi Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Desa Konga, Kecamatan Titehena, pada Jumat 17 Juli 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih menjadi bencana yang paling dominan di berbagai wilayah Indonesia pada akhir pekan ini. Selain karhutla, sejumlah daerah juga dilanda banjir, tanah longsor, dan kekeringan akibat cuaca kering.
Masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana di wilayah Aceh saat ini memasuki tahap akhir dan akan selesai pada 30 Juli 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin (13/7) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin 13 Juli pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7/2026), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Pulau Jawa. Kebakaran yang berlangsung pada Jumat 10 Juli 2026 itu menghanguskan sekitar 8 hektare lahan di sejumlah lokasi.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, menyerahkan kunci rumah hunian tetap (huntap) mandiri kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat 10 Juli 2026. Penyerahan kunci ini sebagai tanda telah selesainya pembangunan unit hunian tetap sekaligus menjadi dorongan kepada warga untuk segera pindah dan menempati rumah baru tersebut.