Kumpulan Berita
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meluruskan pernyataannya tentang roda kehidupan masyarakat berjalan normal di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan dampak kabut asap di Kalimantan, yang disampaikannya dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan pencarian satu korban yang masih hilang menjadi prioritas dalam penanganan darurat bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menggencarkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sekitar 209 hektare (ha) lahan gambut yang masih terbakar di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Banjir bandang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin 21 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu intensitas hujan yang cukup tinggi.
Akses jalan dan jembatan yang sempat terputus akibat banjir kini sudah dapat dilalui masyarakat.
Upaya pemadaman masih berlangsung hingga Minggu, 20 September.
Dengan angka ini, total korban jiwa bencana gempa NTT menjadi 142 orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Tengkorak, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu.