Kumpulan Berita
Badan Pengaturan (BP) BUMN melaporkan restrukturisasi berupa pengurangan jumlah BUMN mencapai 240 perusahaan hingga Juli 2026.
Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara memastikan proyek konsolidasi berupa penggabungan (merger) seluruh perusahaan asuransi milik negara akan rampung sepenuhnya pada 2026.
Langkah transformasi di tubuh badan usaha milik negara kini tengah memasuki babak baru yang lebih agresif. Melalui mandat konsolidasi dan efisiensi, perampingan portofolio perusahaan pelat merah terus dioptimalkan guna memperkuat peran korporasi negara sebagai motor penggerak ekonomi yang lincah dan berdaya guna tinggi bagi pembangunan nasional.
Penguatan indeks tersebut secara dominan ditopang oleh kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Masih ada proses restrukturisasi yang saat ini masih dilakukan untuk beberapa perusahaan pelat merah di sektor karya.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menegaskan bahwa seluruh kontrak kerja sama di sektor sumber daya alam (SDA) yang saat ini dipegang oleh perusahaan akan tetap berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menyusul mulai beroperasinya PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memanggil Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Sinergi antara holding, subholding, dan anak perusahaan BUMN dinilai masih perlu penguatan agar lebih optimal terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi negara.