Kumpulan Berita

Bursa Efek Indonesia


Hot Issue
16 September 2026

OJK Pastikan Direksi dan Komisaris BEI Tetap Independen meski Kepemilikan Saham Bursa Berubah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan independensi pengurus Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap dijaga dalam rencana demutualisasi bursa, meskipun nantinya struktur kepemilikan saham Bursa Efek mengalami perubahan.

Market Update
7 September 2026

OJK Minta Emiten Buka-bukaan soal Kinerja dan Prospek di Public Expose Live 2026

Tidak sekadar agenda seremonial tahunan, forum ini adalah salah satu upaya konkret dari komitmen keterbukaan informasi yang menjadi salah satu pilar utama rencana

Hot Issue
31 August 2026

OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi hingga Agustus 2026, Total Denda Capai Rp327 Miliar

Total denda yang dikenakan mencapai sekitar Rp327,05 miliar.

Market Update
17 August 2026

Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Ternyata Ini Faktanya

Masjid Istiqlal dikabarkan masuk ke ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf produktif menyita perhatian publik. Pernyataan ini pertama kali dilontarkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar soal Masjid Istiqlal.

Market Update
14 August 2026

Friderica Ungkap Alasan BEI Didemutualisasi, Minimalkan Konflik Kepentingan

Friderica mengatakan melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang mengatur demutualisasi, Bank Indonesia

Market Update
12 August 2026

RUPSLB BEI 2026 Setujui Pengangkatan Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui pengangkatan Alex Widi Kristiono sebagai anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar secara hybrid pada Rabu (12/8/2026).

Hot Issue
10 August 2026

ETF Emas Meluncur di BEI, Wamenkeu Juda Agung: Instrumen Penting Ekosistem Investasi Global

Mengakselerasi pendalaman pasar keuangan sekaligus memperbanyak pilihan investasi bagi masyarakat.

Market Update
3 August 2026

Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp113,13 Triliun hingga Juli 2026

Kinerja ini didorong oleh kuatnya penerbitan instrumen surat utang serta pemulihan pergerakan harga saham dan reksa dana domestik.