Kumpulan Berita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,56 setelah sempat mengalami trading halt karena anjlok 8 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan sejumlah strategi untuk meredam gejolak pasar yang terjadi pasca pengumuman pembekuan sementara rebalancing saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menargetkan permintaan lembaga indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) terkait data perusahaan tercatat di Indonesia akan rampung sebelum bulan Mei 2026 mendatang.
Langkah strategis ini merupakan transformasi struktural besar bagi bursa nasional yang bertujuan untuk mengadopsi standar pengelolaan kelas dunia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui bahwa jumlah perusahaan yang melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2025 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Meski demikian, otoritas bursa mencatat adanya pertumbuhan signifikan dari sisi nilai pendanaan yang berhasil dihimpun oleh para emiten.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2025 sebanyak 173 emisi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tambahan 476 ribu investor baru hanya dalam satu bulan, sehingga totalnya mencapai 19,67 juta investor.
Ini terdiri dari IPO, surat utang obligasi dan sukuk, rights issue, EBA, hingga produk pendanaan lain.