Kumpulan Berita
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino mulai terjadi pada pertengahan 2026. BMKG pun mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 24-27 Mei 2026. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter di beberapa wilayah.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, Indonesia akan menghadapi fenomena super El Nino bersamaan dengan musim kemarau pada pertengahan tahun ini.
BMKG mengungkapkan Indonesia bersama empat negara lain, yakni Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia, tengah memantau badai Monsun di Teluk Benggala. Lalu, bagaimana dampaknya terhadap cuaca di wilayah Indonesia?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 10??"13 Mei 2026. Peringatan tersebut disampaikan melalui situs resmi BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berpotensi diguyur hujan lebat-sangat lebat hingga Kamis 7 Mei 2026 mendatang.
Suhu tertinggi mencapai 47,6°C dilaporkan pada Senin, 27 April.
El Nino Super terakhir pada 2015 berdampak besar pada Indonesia.