Kumpulan Berita
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem dampak sirkulasi siklonik khususnya di perairan sebelah selatan Indonesia periode 18 hingga 24 Februari 2025.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya mengurangi cuaca ekstrem.
OMC kali ini akan berlangsung selama delapan hari pada tanggal 14 sampai 21 Februari 2025 dengan estimasi dua sorti penerbangan setiap harinya.
Cuaca ekstrem masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia tak terkecuali wilayah Jawa Barat yang turut dilanda bencana hidrometeorologi basah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 19 unit rumah rusak akibat angin kencang di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
BMKG memantau saat ini terdapat dua Bibit Siklon yang terdeteksi yakni Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia sebelah barat Australia dan Bibit Siklon Tropis 93W di laut China Selatan sebelah utara Kalimantan.
Cuaca ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia, menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang, hingga hujan es. Akibatnya, sejumlah rumah rusak, aktivitas warga terganggu, dan nelayan terpaksa menghentikan kegiatan melaut.
Siklon Tropis Taliah saat ini telah bergerak ke arah Barat hingga Barat Daya dan menjauhi wilayah Indonesia.