Kumpulan Berita
Danantara mengatakan, pelaporan kinerja keuangan yang dikonsolidasikan dari seluruh perusahaan BUMN baru akan dirilis pada akhir kuartal III-2026.
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah resmi terbentuk menjadi BUMN khusus ekspor. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan PT DSI sebagai bagian dari BUMN pada Senin (25/5/2026) pagi tadi.
Pemerintah telah mengendus adanya selisih (gap) pencatatan data perdagangan yang cukup fantastis antara Indonesia dengan sejumlah negara mitra dagang utama dunia. Nilai perbedaan komparasi data ekspor-impor tersebut ditaksir menembus angka puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Pembentukan badan agregator ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai sebagai lompatan strategis yang sangat relevan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah ini diproyeksikan mampu menyumbat celah kebocoran nilai ekspor, mengoptimalkan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE), sekaligus mempertebal otot Rupiah dari guncangan ketidakpastian global.
Untuk sementara, ada tiga komoditas yang akan dibeli oleh PT DSI, yakni batu bara, CPO, dan ferroalloy.
Danantara Indonesia mengungkap peran strategis PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang dibentuk untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor nasional
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir akan mendorong operator proyek waste to energy (WtE), PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), melantai di bursa efek Indonesia dalam beberapa waktu kedepan.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir menyatakan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) ikut mendongkrak permintaan energi. Beberapa perusahaan raksasa teknologi dunia dikabarkan tengah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi.