Kumpulan Berita
Jusuf Kalla (JK), menilai gelombang unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu mencerminkan kondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini.
Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen pasca-demonstrasi ricuh.
Diketahui, demo beberapa waktu menyebabkan korban jiwa dan sejumlah fasilitas umum rusak.
Andi meminta kepada pihak yang menuding keterlibatan Geng Solo ini untuk berani menyebutkan secara jelas siapa yang dimaksud.
Aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang berujung kerusuhan tak hanya menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi, tetapi juga membuka celah bagi ancaman keamanan yang lebih serius. Situasi massa yang tak terkendali kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperluas pengaruh, bahkan berpotensi menjadi pintu masuk bagi kelompok radikal-terorisme.
Mereka membubarkan diri secara bergantian, diawali oleh BEM UI, hingga BEM UIN dan aliansi mahasiswa dari kampus lainnya.
Presiden Prabowo Subianto menanggapi positif tuntutan 17+8 yang disuarakan dalam demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah wilayah Indonesia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggandeng Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memburu aktor utama yang menggerakan kerusuhan di Indonesia akhir Agustus 2025.