Kumpulan Berita
Mereka diduga menyebarkan paham radikal dan terorisme melalui media sosial (medsos).
Mereka ditangkap dari 2 daerah di Sulteng.
Kapolri menekankan pentingnya mempertahankan rekor tanpa serangan teror (zero terrorist attack) yang telah dijaga selama tiga tahun terakhir.
Mayndra menjelaskan, tren rekrutmen terhadap anak dan pelajar meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, bahan berbahaya itu disiapkan pelaku dalam menjalankan aksinya.
Peristiwa itu diduga dilatarbelakangi motif balas dendam lantaran siswa tersebut sering dibully.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan sebanyak 70 anak di 19 provinsi teridentifikasi terpapar konten kekerasan yang berujung ekstremisme, akibat pengaruh konten media sosial berjejaring global bernama True Crime Community (TCC). Sebagian besar dari mereka telah menjalani pembinaan oleh kepolisian.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri mengungkapkan penanganan puluhan anak yang terpapar konten kekerasan berujung ekstremisme.