Kumpulan Berita
Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes pada 2024 mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia.
Mengontrol gula darah tidak hanya soal makanan, tetapi juga minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Teh manis merupakan salah satu minuman yang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Minuman tersebut sudah seperti minuman wajib setiap hari, apalagi kenikmatannya lebih terasa jika diminum setelah makan atau saat cuaca panas dengan paduan es batu yang dingin.
Perayaan Idul Fitri identik dengan aneka hidangan lezat, mulai dari ketupat, opor ayam, hingga kue-kue manis seperti nastar dan kastengel. Tanpa disadari, konsumsi gula dan karbohidrat berlebih selama Lebaran dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi mereka yang berisiko atau memiliki Diabetes Mellitus.
Lebaran kerap menjadi hari bebas makan dan minum setelah puasa selama 30 hari. Padahal langkah tersebut belum tentu bijak.
Kebiasaan sahur dengan menu praktis seperti mi instan dicampur nasi putih kembali menjadi sorotan. Ternyata dampaknya bikin lapar dan lemas.
Roti sering dianggap sebagai makanan yang bisa memicu lonjakan gula darah. Namun ternyata, penderita diabetes tetap boleh makan roti, asalkan memilih jenis yang tepat dan memperhatikan porsinya.
Menjaga gula darah tetap stabil tidak hanya ditentukan dari makanan, tetapi juga dari apa yang kita minum, terutama di pagi hari. Ada beberapa jenis minuman yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah sepanjang hari bila dikonsumsi sejak pagi.