Kumpulan Berita
Presiden Prabowo mengungkapkan berbagai stimulus dan program unggulan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk investasi APBN, program makan bergizi gratis, revitalisasi sekolah, dan koperasi desa.
Presiden Prabowo menargetkan defisit APBN 2026 sebesar Rp638 triliun dan berjanji melakukan efisiensi anggaran untuk menekannya. Beliau berharap APBN tanpa defisit dapat tercapai pada 2027 atau 2028.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan RUU APBN 2026 dengan optimisme tinggi. Ia memaparkan pencapaian ekonomi yang kuat, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta program unggulan pemerintah yang telah dirasakan oleh masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim angka pengangguran di Indonesia berada di level terendah sejak krisis 1998. Kabinet Merah Putih berupaya memerangi kemiskinan dengan program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (SWF) untuk mempercepat investasi, hilirisasi, dan menciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi dan menekan angka pengangguran yang kini terendah sejak 1998.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian 299 hari pemerintahannya, termasuk pertumbuhan ekonomi di atas 5?n realisasi investasi Rp942 triliun yang menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan ekonomi belum dinikmati merata.
Presiden Prabowo Subianto menyindir elite dan konglomerat serakah yang merugikan rakyat Indonesia. Ia mengkritik pandangan elite yang menganggap pemikiran pendiri bangsa sudah tidak relevan, menyoroti distorsi ekonomi dan praktik 'serakahnomics' yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng.
Presiden Prabowo Subianto pamer pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025.