Kumpulan Berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia yang berlangsung pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
Pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi desa dengan mentransformasi potensi lokal melalui penguatan modal sosial dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah proaktif untuk memperkuat kepercayaan pasar modal global dengan menemui sejumlah investor raksasa di New York dan Washington DC, Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pertumbuhan ekonomi di kuartal II bakal ditopang fundamental ekonomi yang kuat. Sejumlah indikator seperti peningkatan konsumsi rumah tangga hingga realisasi investasi digadang-gadang mempercepat akselerasi perekonomian.
Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2 persen pada 2026 dan 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan soal World Bank yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2026 tidak akan turun dari capaian pertumbuhan 5,5 persen kuartal awal tahun. Bendahara negara menekankan optimismenya soal fundamental ekonomi nasional dan kinerja keuangan sejauh ini.