Kumpulan Berita
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026 dinilai mencerminkan kebijakan pemerintah yang memperhatikan indikator makroekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan soal pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh solid sebesar 5,61 persen (y-on-y).
Capaian produk domestik bruto (PDB) ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebesar 4,87 persen.
Ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,48 persen pada kuartal I-2026. Ada beberapa penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya THR.
Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, kembali menjadi perhatian global karena memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia yang berlangsung pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.