Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) memberi jawaban tegas atas keraguan publik mengenai validitas data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia yang berlangsung pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
Indonesia akan menerapkan prinsip ekonomi bebas aktif sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah proaktif untuk memperkuat kepercayaan pasar modal global dengan menemui sejumlah investor raksasa di New York dan Washington DC, Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pertumbuhan ekonomi di kuartal II bakal ditopang fundamental ekonomi yang kuat. Sejumlah indikator seperti peningkatan konsumsi rumah tangga hingga realisasi investasi digadang-gadang mempercepat akselerasi perekonomian.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 5,54 persen pada kuartal I-2026. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan median konsensus Bloomberg.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan soal World Bank yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.