Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara Indonesia turun sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.
Sebagian besar, yakni 65% atau sekitar 514 juta ton, digunakan untuk pasar ekspor.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan data terbaru mengenai performa ekspor komoditas unggulan Indonesia untuk periode November 2025. Dua komoditas utama nasional, yakni minyak kelapa sawit dan batu bara, tercatat mengalami penurunan volume pengiriman ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
PP Nomor 39 Tahun 2025 mewajibkan pengusaha minerba memprioritaskan pasokan untuk BUMN di sektor strategis seperti ketenagalistrikan dan energi. Aturan ini bertujuan menjamin keandalan energi dan mendukung ketahanan nasional. (178 karakter)
Ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar 21,74 persen secara kumulatif pada periode Januari hingga Juli 2025.
Indonesia dan Bangladesh berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama energi di antara kedua negara.
Importir batu bara termal utama yakni China dan India memangkas pengiriman batu bara dari Indonesia.
Bahlil Lahadalia segera membuat aturan baru soal harga ekspor batu bara.