Kumpulan Berita
Industri tuna Indonesia mencatat nilai ekspor menembus USD1,038 miliar, menandai pergeseran menuju produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar global.
Capaian ini menandai rekor dengan Indonesia mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Ekspor migas tercatat sebesar USD1,28 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,84 persen.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan India dan Filipina berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia, seiring posisi produksi nasional yang saat ini mengalami surplus sejauh ini.
Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa sore (21/4/2026). Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas langkah Indonesia memulai ekspor pupuk urea ke Australia sebesar 250 ribu ton pada tahap awal.
Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat dan menyeluruh. Tidak hanya ditandai dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor, berbagai indikator strategis lainnya juga mengonfirmasi bahwa transformasi pertanian nasional berjalan efektif dan berdampak nyata.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Februari 2026 melonjak. Total nilai impor mencapai USD20,89 miliar, naik 10,85 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada bulan Februari tercatat mencapai USD22,17 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen.