Kumpulan Berita
Ekspor perdana tersebut dilakukan PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur
Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.
Pemerintah akan melepas ekspor pupuk ke Australia di tengah dinamika global yang memengaruhi pasokan pangan dan sarana produksi pertanian.
Industri tuna Indonesia mencatat nilai ekspor menembus USD1,038 miliar, menandai pergeseran menuju produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar global.
Capaian ini menandai rekor dengan Indonesia mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Ekspor migas tercatat sebesar USD1,28 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,84 persen.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan India dan Filipina berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia, seiring posisi produksi nasional yang saat ini mengalami surplus sejauh ini.
Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa sore (21/4/2026). Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas langkah Indonesia memulai ekspor pupuk urea ke Australia sebesar 250 ribu ton pada tahap awal.