Kumpulan Berita
Koalisi Masyarakat Sipil menolak pengiriman pasukan TNI ke Gaza jika tidak ada mandat dewan keamanan PBB.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan keterlibatan pasukan TNI dalam misi International Stabilization Force (ISF) di Gaza, bersifat non-combat (non-tempur) dan tidak terkait agenda demiliterisasi.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan Yordania berkomitmen dan siap mendukung pengiriman pasukan Indonesia untuk menjaga perdamaian di Gaza, Palestina.
Menurutnya, rencana penempatan hingga 8.000 personel harus bersifat terukur dan berbasis zona netral. Lokasi penugasan, kata dia, perlu difokuskan pada pengamanan fasilitas kesehatan dan kamp pengungsi.
Jakarta bukan lagi sebagai pengamat atau sekadar pendukung diplomatik Palestina, tetapi sebagai aktor yang ikut terlibat dalam desain pascaperang Gaza.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono mengatakan Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian tanpa membayar iuran sebesar USD1 miliar.
Lima negara, termasuk Indonesia, menjanjikan pengiriman pasukan stabilisasi ke Gaza.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia akan mulai mengirimkan pasukan sebagai Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza, Palestina, dalam satu hingga dua bulan ke depan.