Kumpulan Berita
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras penangkapan ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel, termasuk dua jurnalis Indonesia yang turut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Indonesia bersama sembilan negara lainnya, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, mengutuk tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.
Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, menceritakan detik-detik kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0.
Andi menyatakan, pihaknya mengecam tindakan tersebut. Sebab kata dia, rombongan yang diperkirakan berjumlah 100 orang itu tidak membawa senjata.
Kemlu menilai serangan Israel terhadap kapal bantuan itu tidak sah. Kemlu juga menyatakan Israel telah melanggar hukum internasional.
Setelah menahan para peserta, menghancurkan mesin dan mengganggu komunikasi, [pasukan Israel] mundur, menculik para peserta atau sengaja meninggalkan warga sipil terdampar di kapal-kapal yang rusak.