Kumpulan Berita
Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, menceritakan detik-detik kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0.
Andi menyatakan, pihaknya mengecam tindakan tersebut. Sebab kata dia, rombongan yang diperkirakan berjumlah 100 orang itu tidak membawa senjata.
Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan pemimpin tertinggi Hamas Izz al-Din al-Haddad.
Setelah menahan para peserta, menghancurkan mesin dan mengganggu komunikasi, [pasukan Israel] mundur, menculik para peserta atau sengaja meninggalkan warga sipil terdampar di kapal-kapal yang rusak.
Sugiono mengingatkan, bahwa berdasarkan hukum humaniter internasional, seluruh fasilitas medis wajib dihormati dan dilindungi dalam situasi konflik.
Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina.
Pemerintah Indonesia memutuskan menunda pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Penundaan tersebut dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pada poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri.